This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 19 April 2014

Penggolongan Kata Menurut Tardjan Hadidjaja (1959)


1.        Kata benda
Kata benda adalah kata yang menyatakan benda. Menurut keadaannya, dibedakan menjadi (1) kata benda konkret, yaitu menyatakan benda yang benar-benar atau atau benda khayal. Misalnya orang, burung, buku pelajaran, hantu, bidadari, dan sebagainya; dan (2) kata benda abstrak, yaitu menyatakan nama benda yang adanya hanya dapat dipahami oleh pikiran, misalnya ilham, angan-angan, perguruan, perdagangan, perjanjian, perdamaian, pertandingan, kerajinan, dan sebagainya.
Menurut artinya, digolongan menjadi: (1) kata beda nama jenis, misalnya rumah, daun, pohon, dunia, matahari, dan sebagainya; (2). kata benda nama diri, misalnya Mei, Surono, Gunung Merapi, Sungai Barito; (3) kata benda nama zat, misalnya batu, pasir, besi, mas, garam; (4) kata benda nama kumpulan, misalnya berkas, rumpun, onggok, gugusan.
2. Kata kerja
Berdasarkan hubungan antara pokok dan sebutannya, kata kerja dibedakan menjadi: 1. kata kerja bentuk tindak, yaitu apabila pokok kalimat melakukan perbuatan, misalnya duduk, lari, hilir mudik, berjual bei, mempercepat; dan 2. kata kerja bentuk tanggap, yaitu apabila pokok kalimat menanggapi, diperlakukan, atau dikenai perbuatan, misalnya dipukul, dilalui,  terhampiri, kelihatan, dan sebagainya.
3. Kata ganti
Kata ganti adalah kata yang menjadi pengganti nama orang atau benda.
  • Kata ganti orang
ü  orang pertama, misalnya aku, kami, hamba;
ü  orang kedua, misalnya engkau, kamu, tuan;
ü  orang ketiga, misalnya ia, dia, mereka.
Masing-masing dapat dibedakan atas tunggal dan jamak.
  • Kata ganti pemilik
ü  kesatu, ialah ku, kami, kita; (tunggal dan jamak)
ü  kedua, ialah mu, kamu; ( tunggal dan jamak)
ü  ketiga, ialah nya, mereka. (tunggal dan jamak)
  • Kata ganti penanya, misalnya apa, siapa, mana, yang mana.
  • Kata ganti tak tentu, misalnya barang sesuatu, barang siapa.
  • Kata ganti penujuk, ialah ini dan itu.
  • Kata penghubung, ialah kata yang.
4. Kata bilangan
  • Bilangan pokok, yang dibedakan menjadi: 1. bilangan pokok tertentu, misalnya satu, dua, dan sebaginya; 2. bilangan pokok tak tentu, misalnya semua, segala, sekalian.
  • Bilangan tingkat, dibedakan menjadi: 1. bilangan tingkat tentu, misalnya kesatu, kedua; dan 2. bilangan tak tentu, ialah kesekian.
  • Kata bilangan pecahan, misalnya sepertiga, tiga perlima.
5. Kata sifat
Kata sifat ialah kata yang menyatakan sifat atau keadaan benda. Misalnya kering, kering kerontang, berlumuran darah, menguning, dan sebagainya.
6. Kata tambahan
Kata tambahan adalah kata yang berfungsi sebagai keterangan pada kata yang bukan kata benda. Kata tambahan dibedakan menjadi:
  • Kata tambahan penunjuk waktu, misalnya pagi-pagi, sedang, kini.
  • Kata tambahan penunjuk tempat, misalnya sini, situ, ke atas.
  • Kata tambahan penunjuk peri keadaan, misalnya sungguh-sungguh, cepat-cepat, baik-baik, begini, pandai-pandai.
  • Kata tambahan penunjuk banyak dan taraf ketandasan, misalnya terlalu, semata-mata, hanya, agak, hampir, sangat.
  • Kata tambahan penunjuk taraf kepastian.
ü  kepastian, misalnya sungguh, tentu, pasti, memang.
ü  Kemungkinan, misalnya mungkin, barangkali.
ü  Pengharapan dan permintaan, misalnya semoga.
ü  Ingkar, misalnya tidak, tak, tiada, jangan.
7. Kata depan
Kata depan adalah kata yang selalu terdapat di depan kata benda atau kata ganti dan hubungannya lebih erat dengan kata yang mengikutinya daripada dengan kata yang ada di depannya. Berdasarkan artinya:
  • Kata depan pengantar tempat, misalnya di, ke, dari, di dalam.
  • Kata depan pengantar pihak yang akan menerima bagian, misalnya untuk, buat, bagi.
  • Pengantar alat, kawan, atau lawan, ialah kata dengan.
  • Pengantar maksud atau tujuan, ialah akan, untuk, dan guna.
  • Pengantar waktu atau tempat, misalnya hingga, sekitar, hampir.
  • Pengantar sebab, misalnya atas, demi, karena, sebab, oleh.
8. Kata penghubung
Kata penghubung adalah kata yang mnghubungkan kata dengan kata atau kalimat dengan kalimat yang mendahuluinya.
  • Penunjuk gabungan, ialah dan, serta, lagi, lagi pula.
  • Penunjuk waktu, misalnya waktu, ketika, setelah, sementara.
  • Penunjuk maksud atau tujuan, ialah agar, supaya, biar.
  • Penunjuk perlawanan, misalnya tetapi, akan tetapi, melainkan.
  • Penunjuk sebab atau akibat, misalnya sebab, karena, sehingga.
  • Penunjuk syarat atau pengandaian, misalnya jika, kalau, asalkan.
  • Penunjuk sebab yang tak dipedulikan atau pernyataan mengalah, misalnya biarpun, meskipun, walaupun, walau sekalipun.
  • Penunjuk pelaku, pelengkap, atau keterangan, ialah bahwa.
9. Kata sandang
Kata sandang adalah kata yang berfungsi untuk menegaskan kata berikutnya, kata yang disandanginya, hingga kata itu mempunyai arti yang tentu. Yang termasuk kata sandang adalah yang, nya, si, para, sebuah, ini.
10. Kata seru
Kata seru ialah kata yang digunakan untuk melepaskan perasaan dan keluarnya pun biasanya tiada dengan sengaja.
  • Berdasarkan sifatnya:
ü  kata seru yang sejati, misalnya aduh, oh, amboi, wahai.
ü  Kata seru tiruan bunyi, misalnya meong, cit, debar.
ü  Kata seru yang terjadi dari kata biasa, misalnya kasihan, sayang, masya allah, astaga, ya rabbi, dan sebagainya.
  • Berdasarkan maksudnya:
ü  penyeru biasa, misalnya kata hai.
ü  Menyatakan rasa heran, misalnya wah, wahai, astaga.
ü  Menyatakan rasa sakit, misalnya aduh, tolong.
ü  Menyatakan rasa iba atau sedih, misalnya, kasihan, amboi.
ü  Menyatakan kecewa, misalnya sayang dan celaka.
ü  Menyatakan kaget bercampur sedih, misalnya inna lillahi.
ü  Menyatakan rasa lega, misalnya nah, syukur, alamdu lillah.
ü  Menyatakan rasa jijik, misalnya cih dan cis.

Contoh Lembar penilaian (LP) 1-5 RPP Kelas VII KD 9.2


             VII             
 
Nama:                                                        NIM:                                Tanggal:
LP 1: PRODUK
1.        Apa yang dimaksud dengan wawancara?
Wawancara merupakan suatu kegiatan tanya jawab yang dilakukan dengan seseorang untuk meminta keterangan atau pendapat mengenai suatu hal.

2.      Sebutkan apa saja manfaat melakukan wawancara!
No
Manfaat Melakukan Wawancara
1.
Menambah wawasan dan informasi
2.
Mengklarifikasi suatu hal yang belum terungkap kebenarannya

3.    Sebutkan langkah-langkah menyusun daftar pertanyaan!
Setelah memilih tema dan narasumber wawancara, langkah selanjutnya adalah menyiapkan daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber. Pertanyaan yang dikembangkan disesuaikan dengan informasi yang ingin diperoleh. Pertanyaan tersebut dapat dikembangkan dengan gaya pertanyaan jurnalistik dengan rumus 5W+1H atau adik simba (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana). Adapun yang dimaksudkan dengan 5W+1H adalah what (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana).

4.      Sebutkan langkah-langkah melaporkan hasil wawancara!
(1)     mengelompokkan informasi, (2) mengurutkan penyajian informasi, dan (3) menyajikan informasi.

 
             VII                    
 
LP 2 = Kognitif: Proses
Petunjuk:
1.       Tulislah tema wawancara yang dapat dikembangkan berdasarkan topik berikut!
2.       Pilihah narasumber yang tepat untuk kamu wawancarai dengan tema berikut! Kerjakan dengan berdiskusi kelompok!
No.
Tema Wawancara
Narasumber
1.
Menumbuhkan motivasi dan lingkungan belajar yang nyaman untuk belajar.

2.
Mengembangkan minat baca untuk meningkatkan prestasi belajar.

3.
Mengembangkan bisnis bunga untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

4.
Mengembangkan bisnis makanan ringan yang higienis dan bergizi.

5.
Mengatur menu sehat untuk konsumsi
sehari-hari.

6.
Memilih makanan untuk menjaga kesehatan pada masa pertumbuhan.

7.
Merawat dan menjaga kesehatan gigi secara benar.

8.
Mengelola waktu secara produktif dalam kehidupan sehari-hari.

9.
Memilih pakaian yang sesuai dengan usia dan mode.

10.
Memilih cita-cita hidup dengan tepat.


3.       Pilihlah sebuah tema wawancara dan narasumber yang tepat untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan tema!

             VIII                    
 
LP 3 = Psikomotor
Petunjuk:
1.    Tulislah daftar pertanyaan sesuai dengan tema dan narasumber yang telah kamu pilih dengan cara mengisi kolom berikut!
Tema Wawancara
Narasumber
Pertanyaaan yang Diajukan dalam Wawancara


Apa:
Siapa:
Kapan:
Di mana:
Bagaimana:
Mengapa:

2.    Lakukanlah wawancara kepada narasumber yang telah ditentukan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disusun!
3.    Laporkan hasil wawancara yang telah kamu lakukan di depan kelas!
 

R
No.
Nama
Rincian Tugas Kinerja (RTK)
Rajin
Jujur
Kritis
Kreatif
Apresiatif











































Hari, Tanggal:


Guru/Pengamat,



(……………………………………..)