Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 27 April 2011

Jenis-jenis Menyimak bahasa indonesia


1.      Menyimak Ekstensif
Menyimak Ekstensif adalah sejenis kegiatan menyimak yang mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan langsung seorang guru. Jenis menyimak ini dapat digunakan bagi dua jenis tujuan yang berbeda:
a.       Untuk menagkap atau mengingat kembali bahan yang telah dikenal atau diketahui dalam suatu lingkungan baru dengan cara yang baru
b.      Dapat pula member kesempatan bagi para siswa mendengar dan menyimak butir-butir kosakata dan struktur-struktur yang masih asing atau baru baginya yang terdapat dalam arus ujaran yang berada di dalam jangkauan dan kapasitasnya untuk menanganinya
Menyimak jenis ini diantaranya adalah sebagai berikut:
1)      Menyimak social/konvensional/sopan
Menyimak jenis ini biasanya berlangsung dalam situasi social. Menyimak social ini berlangsung dalam beberapa fase yakni menyimak social, sekunder dan estetik
Menyimak social ini juga mencakup dua hal:
1.      Menyimak secara sopan santun dan dengan penuh perhatian terhadap percakapan atau obrolan dalam situasi-situasi social dengan suatu maksud
2.      Menyimak serta memahami peranan-peranan pembicara dan penyimak dalam proses komunikasi tersebut (Anderson:1972:69)
2)      Menyimak sekunder (secondary listening)
Menyimak sekunder adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan  (casual listening) dan secara ektensif (extensive listening)
3)      Menyimak estetik (aesthetic listening) atau menyimak Apresiatif
Menyimak estetik ini mencakup:
a.       Menyimak music, puisi, pembacaan bersama atau drama, radio dan rekaman-rekaman.
b.      Menikmati cerita, puisi, teka-teki, gemerincing irama, dan lakon-lakon yang dibacakan atau diceritakan oleh guru, siswa maupun actor (Dawson (etall), 1963:153)
4)      Menyimak pasif
Menyimak pasif adalah penyerapan suatu ujaran tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya-upaya kita pada saat belajar dengan kurang teliti, tergesa-gesa, menghafal luar kepala, berlatih santai, serta menguasai suatu bahasa.

2.      Menyimak Intensif
Menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawas, dikontrol terhadap suatu hal tertentu. Dalam hal ini harus diadakan suatu pembagian penting sebagai berikut:
a.       Menyimak intensif ini terutama sekali dapat diarahkan pada butir-butir bahwa sebagai bagian dari program pengajaran bahasa atau
b.      Terutama sekali dapat diarahkan pada pemahaman serta pengertian umum
Jenis-jenis menyimak yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah sebagai berikut:
1.      Menyimak kritis
Menyimak kritis adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupaya untuk mencari keslahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat.
Berikut ini 10 usaha menyimak kritis:
1)      Memperhatikan ketepatan bahasa ujaran
2)      Menentukan alasan-alasan mengapa
3)      Memahami makna petunjuk konteks
4)      Membedakan fakta dengan fantasi
5)      Menarik kesimpulan
6)      Membuat keputusan
7)      Menemukan pemecahan masalah
8)      Menentukan informasi baru
9)      Menginterpretasi ungkapan, idiom, istilah baru
10)  Bertindak objektif dan evaluatik
Situai-situasi yang menuntut kita menyimak kritis:
a.       Pidato-pidato politis
b.      Pidato-pidato filosofis
c.       Kata-kata memikat dari tukang obral
Berikut ini merupakan empat konsep menyimak kritis:
a.       Pembicara mendukung masalah yang dikemukakan
b.      Pembicara  Mendemontrasikan keyakinannya
c.       Pembicara  Berfikir secara deduktif
2.      Menymak konsentratif (a study type listening)
Kegiatan menyimak yang sejenis dengan telaah. Berikut ini adalah aneka kegiatan menyimak konsentratif.
a.       Mencari hubungan
b.      Mencari informasi
c.       Memperoleh pemahaman
d.      Manghayati ide-ide
e.       Memahami urutan ide-ide
f.       Mencatat fakta-fakta
g.      Mengikuti petunjuk
3.      Menyimak kreatif (creative listening)
Menyimak kreatif adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi, penglihatan, gerakan, serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan atau dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya (dawson (et all), 1963:153)
Kegiatan menyimak kreatif diantaranya:
a.       Mengasosiasikan makna-makna dengan pengalaman menyimak
b.      Merekonstruksi imaji-imaji visual sementara menyimak
c.       Mengadaptasikan imaji dengan pikiran imajinatif dalam karya
d.      Memecahkan masalah, memeriksa dan mengujinya.
4.      Menyimak eksplorasif
Menyimak eksplorasif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit. Kegiatan menyimak eksplorasif ini meliputi:
1.      Menemukan hal baru
2.      Menemukan Informasi tambahan
3.      Menemukan isu menarik
5.      Menyimak interogatif
Menymak interogatif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran sang pembicara karena sang penyimak akan mengajukan sebanyak pertanyaan.
Dalam kegiatan menyimak interogatif ini sang penyimak mempersempit serta mengarahkan perhatiannya pada pemerolehan informasi dengan cara menginterogasi atau menanyai sang pembicara 9dawson [et all], 1963:153)
6.      Menyimak selektif
Alasan mengapa kita harus menyimak secara selektif:
1)      Kita jarang sekali mendapat kesempatan untuk berpratisipasi secara sempurna dalam suatu kebudayaan asing dan oleh karena itu hidup kita yang berisi dan bersegi ganda itu turut mengganggu kapasitas kita untuk menyerap
2)      Kebiasaan-kebiasaan kita kini cenderung membuat kita menginterpretasikan kembali rangsangan-rangsangan akustik yang disampaikan oleh telinga kita ke otak kita dan karenanya kita memperoleh suatu impresi yang dinyatakan dengan tidak sebenarnya terhadap bahasa asing.
Cirri-ciri bahasa yang hendaknya disimak selektif:
a.        Nada suara
b.      Bunyi-bunyi asing
c.       Bunyi-bunyi yang bersamaan
d.      Kata dan frasa
e.       Bentuk-bentuk ketatabahasaan.

1 komentar: