This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 30 April 2011

HUBUNGAN EMPAT KETERAMPILAN BERBAHASA


Terdapat empat jenis keterampilan berbahasa yakni menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa ini memiliki persamaan dan perbedaan dengan yang lainnya hal ini dapat kita lihat pada bagan dibawah ini.


a.    Hubungan antara Membaca dengan Menyimak
·         Persamaan
1.      Keduanya bersifat apresiatif
2.      Keduanya bersifat reseptif artinya menerima informasi dari sumber
3.      Keduanya bersifat fungsional
·         Perbedaan
1.      Membaca melakukan kegiatan komunikasi secara tidak langsung sedangkan menyimak melakukan komunikasi secara langsung
2.      Media yang digunakan dalam kegiatan menyimak adalah secara lisan (hasil kegiatan berbicara) sedangkan membaca menggunakan media tulisan (hasil kegiatan menulis)
Adapun hubungan antara tujuan menyimak daan kegiatan membaca menurut Anderson 1972; 76-77 adalah
Ø  Tujuan Menyimak
1.      Untuk membedakan dan menemukan unsure-unsur fonetik dan struktur kata lisan
2.      Untuk menemukan dan memperkenalkan bunyi-bunyi, kata-kata atau ide-ide baru pada penyimak
3.      Menyimak secara terperinci agar dapat menginterpretasikan ide pokok dan menanggapinya secara tepat
4.      Menyimak ide utama yang dinyatakan dalam kalimat topic atau kalimat petunjuk
Ø  Kegiatan Membaca
1.      Mempergunakan cuplikan-cuplikan yang mengandung kata-kata yang bersajak
2.      Membaca nyaring, langsung atau buatan. Dalam hal ini rekaman dapat digunakan
3.      Sesudah menyimak menunjukkan ide pokok beserta detail-detail yang terpancar darinya
4.      Memahami kalimat penunjuk itu terjadi dalam posisi yang beraneka ragam
b.    Hubungan antara Berbicara dan Membaca
·         Persamaan
Keduanya merupakan keterampilan berbahasa
·         Perbedaan
1.      Berbicara bersifat langsung sedangkan membaca bersifat tak langsung
2.      Berbicara bersifat produktif sedangkan membaca bersifat reseptif
3.      Berbicara bersifat ekspresif sedangkan membaca bersifat apresiatif dan fungsional
4.      Berbicara melakukan kegiatan komunikasi secara langsung sedangkan membaca melakukan komunikasi secara tak langsung
5.      Media yang digunakan dalam kegiatan berbicara adalah secara sedangkan membaca menggunakan media tulisan
c.    Hubungan antara Menulis dan Membaca
·         Persamaan
1.      Keduanya bersifat tak langsung
2.      Keduanya melakukan komunikasi secar ridak tatap muka
3.      Keduanya menggunakan media tulisan
·         Perbedaan
1.      Menulis bersifat produktif sedangkan membaca bersifat reseptif
2.      Menulis bersifat ekspresif sedangkan membaca bersifat apresiatif


Rabu, 27 April 2011

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK


UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK
Berikut ini terdapat delapan saran praktis untuk meningkatkan keterampilan menyimak:
1.      Bersikaplah secara positif
2.      Bertindaklah responsive
3.      Cegahlah gangguan-gangguan
4.      Simak dan tangkaplah maksud pembicara
5.      Carilah tanda-tanda apa yang akan dating
6.      Carilah rangkuman pembicaraan terlebih dahulu
7.      Nilailah bahan-bahan penunjang
8.      Carilah petunjuk-petunjuk nonverbal
Selain kedelapan saran praktis di atas, berikut akan diberikan sepuluh petunjuk menyimak efektif:
1.      Carilah butir-butir yang diminati
2.      Nilailah isi bukan gaya
3.      Pegang teguh pandangan anda
4.      Simaklah ide-ide
5.      Harus bersifat fleksibel
6.      Olahlah hal-hal yang penting
7.      Tantanglah gangguan-gangguan
8.      Latihlah pikiran anda
9.      Pikiran harus terbuka
10.  Manfaatkan kecepatan berpikir anda
Adapun cara meningkatkan keterampilan menyimak diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Pahami maksud pembicara
2.      Hindari klise gegabah
3.      Pahami maksud  anda menyimak
4.      Kurangi makna perbedaan dalam bahasa
5.      Kenalilah prasangka anda
6.      Kenalilah prasangka pembicara
7.      Periksalah fakta-fakta pembicara
8.      Simak sampai selesai
9.      Gunakan waktu senggang

TUJUAN KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR KEGIATAN MENYIMAK


Tujuan kognitif menyimak:
1.      Pengetahuan
2.      Pemahaman
3.      Aplikasi
4.      Analisis
5.      Sintesis
6.      Evaluasi
Tujuan apektif menyimak:
1.      Penerimaan
2.      Pemberian respons
3.      Penilaian
4.      Pengorganisasian
5.      Pembentukan karakter
Tujuan psikomotor menyimak:
1.      Siap fisik dan mental
2.      Konsentrasi
3.      Motivasi
4.      Objektif
5.      Menyeluruh
6.      Menghargai
7.      Selektif
8.      Sungguh-sungguh
9.      Tidak mudah terganggu

FAKTOR PEMENGARUH MENYIMAK, KEBIASAAN JELEK DALAM MENYIMAK SERTA ANEKA PERMASALAHANNYA


a.    Faktor Pemengaruh Menyimak
Berikut ini adalah faktor-faktor pemengaruh menyimak yang dikemukakan oleh para ahli.
1.      Menurut Hunt ; 1981: 19-20
a.       Sikap
b.      Motivasi
c.       Pribadi
d.      Situasi kehidupan
e.       Peranan dalam masyarakat
2.      Menurut Webb
a.       Pengalaman
b.      Pembawaan
c.       Sikap atau pendirian
d.      Motivasi, daya penggerak, prayojana
e.       Perbedaan jenis kelamin atau seks
3.      Menurut Logan [et all], 1972 : 49-50
a.       Faktor lingkungan yang terdiri dari lingkungan fisik dan lingkungan social
b.      Faktor fisik
c.       Faktor psikologis
d.      Faktor pengalaman
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas kita dapat simpulkan bahwa faktor-faktor pemengaruh menyimak diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Faktor fisik
b.      Faktor Psikologis
c.       Faktor Pengalaman
d.      Faktor Sikap
e.       Faktor Motivasi
f.       Faktor Jenis kelamin
g.      Faktor Lingkungan
h.      Faktor Peranan dalam masyarakat
b.   Kebiasaan Jelek dalam menyimak
Berikut ini adalah Kebiasaan Jelek dalam menyimak berdasarkan hasil riset Dr. Nicholas:
1.      Menyimak lompat 3
2.      Menyimak “saya dapat fakta”
3.      Nada ketulian emosional
4.      Menyimak supersensitive
5.      Menghindari penjelasan yang sulit
6.      Menolak secara gegabah suatu subjek sebagai suatu yang tidak menarik
7.      Mengkritik cara dan gaya fisik pembicara
8.      Member perhatian semu
9.      Menyerah kepada gangguan
10.  Menyimak dengan kertas dan pensil di tangan
c.    Aneka Permasalahan dalam Menyimak
1.      Memprasangkai pembicara
2.      Berpura-pura menaruh perhatian
3.      Kebingungan
4.      Pertimbangan yang premature
5.      Salah membuat catatan
6.      Hanya menyimak fakta-fakta
7.      Melamun
8.      Bereaksi secara emosional


Jenis-jenis Menyimak bahasa indonesia


1.      Menyimak Ekstensif
Menyimak Ekstensif adalah sejenis kegiatan menyimak yang mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan langsung seorang guru. Jenis menyimak ini dapat digunakan bagi dua jenis tujuan yang berbeda:
a.       Untuk menagkap atau mengingat kembali bahan yang telah dikenal atau diketahui dalam suatu lingkungan baru dengan cara yang baru
b.      Dapat pula member kesempatan bagi para siswa mendengar dan menyimak butir-butir kosakata dan struktur-struktur yang masih asing atau baru baginya yang terdapat dalam arus ujaran yang berada di dalam jangkauan dan kapasitasnya untuk menanganinya
Menyimak jenis ini diantaranya adalah sebagai berikut:
1)      Menyimak social/konvensional/sopan
Menyimak jenis ini biasanya berlangsung dalam situasi social. Menyimak social ini berlangsung dalam beberapa fase yakni menyimak social, sekunder dan estetik
Menyimak social ini juga mencakup dua hal:
1.      Menyimak secara sopan santun dan dengan penuh perhatian terhadap percakapan atau obrolan dalam situasi-situasi social dengan suatu maksud
2.      Menyimak serta memahami peranan-peranan pembicara dan penyimak dalam proses komunikasi tersebut (Anderson:1972:69)
2)      Menyimak sekunder (secondary listening)
Menyimak sekunder adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan  (casual listening) dan secara ektensif (extensive listening)
3)      Menyimak estetik (aesthetic listening) atau menyimak Apresiatif
Menyimak estetik ini mencakup:
a.       Menyimak music, puisi, pembacaan bersama atau drama, radio dan rekaman-rekaman.
b.      Menikmati cerita, puisi, teka-teki, gemerincing irama, dan lakon-lakon yang dibacakan atau diceritakan oleh guru, siswa maupun actor (Dawson (etall), 1963:153)
4)      Menyimak pasif
Menyimak pasif adalah penyerapan suatu ujaran tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya-upaya kita pada saat belajar dengan kurang teliti, tergesa-gesa, menghafal luar kepala, berlatih santai, serta menguasai suatu bahasa.

2.      Menyimak Intensif
Menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawas, dikontrol terhadap suatu hal tertentu. Dalam hal ini harus diadakan suatu pembagian penting sebagai berikut:
a.       Menyimak intensif ini terutama sekali dapat diarahkan pada butir-butir bahwa sebagai bagian dari program pengajaran bahasa atau
b.      Terutama sekali dapat diarahkan pada pemahaman serta pengertian umum
Jenis-jenis menyimak yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah sebagai berikut:
1.      Menyimak kritis
Menyimak kritis adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupaya untuk mencari keslahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat.
Berikut ini 10 usaha menyimak kritis:
1)      Memperhatikan ketepatan bahasa ujaran
2)      Menentukan alasan-alasan mengapa
3)      Memahami makna petunjuk konteks
4)      Membedakan fakta dengan fantasi
5)      Menarik kesimpulan
6)      Membuat keputusan
7)      Menemukan pemecahan masalah
8)      Menentukan informasi baru
9)      Menginterpretasi ungkapan, idiom, istilah baru
10)  Bertindak objektif dan evaluatik
Situai-situasi yang menuntut kita menyimak kritis:
a.       Pidato-pidato politis
b.      Pidato-pidato filosofis
c.       Kata-kata memikat dari tukang obral
Berikut ini merupakan empat konsep menyimak kritis:
a.       Pembicara mendukung masalah yang dikemukakan
b.      Pembicara  Mendemontrasikan keyakinannya
c.       Pembicara  Berfikir secara deduktif
2.      Menymak konsentratif (a study type listening)
Kegiatan menyimak yang sejenis dengan telaah. Berikut ini adalah aneka kegiatan menyimak konsentratif.
a.       Mencari hubungan
b.      Mencari informasi
c.       Memperoleh pemahaman
d.      Manghayati ide-ide
e.       Memahami urutan ide-ide
f.       Mencatat fakta-fakta
g.      Mengikuti petunjuk
3.      Menyimak kreatif (creative listening)
Menyimak kreatif adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi, penglihatan, gerakan, serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan atau dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya (dawson (et all), 1963:153)
Kegiatan menyimak kreatif diantaranya:
a.       Mengasosiasikan makna-makna dengan pengalaman menyimak
b.      Merekonstruksi imaji-imaji visual sementara menyimak
c.       Mengadaptasikan imaji dengan pikiran imajinatif dalam karya
d.      Memecahkan masalah, memeriksa dan mengujinya.
4.      Menyimak eksplorasif
Menyimak eksplorasif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit. Kegiatan menyimak eksplorasif ini meliputi:
1.      Menemukan hal baru
2.      Menemukan Informasi tambahan
3.      Menemukan isu menarik
5.      Menyimak interogatif
Menymak interogatif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran sang pembicara karena sang penyimak akan mengajukan sebanyak pertanyaan.
Dalam kegiatan menyimak interogatif ini sang penyimak mempersempit serta mengarahkan perhatiannya pada pemerolehan informasi dengan cara menginterogasi atau menanyai sang pembicara 9dawson [et all], 1963:153)
6.      Menyimak selektif
Alasan mengapa kita harus menyimak secara selektif:
1)      Kita jarang sekali mendapat kesempatan untuk berpratisipasi secara sempurna dalam suatu kebudayaan asing dan oleh karena itu hidup kita yang berisi dan bersegi ganda itu turut mengganggu kapasitas kita untuk menyerap
2)      Kebiasaan-kebiasaan kita kini cenderung membuat kita menginterpretasikan kembali rangsangan-rangsangan akustik yang disampaikan oleh telinga kita ke otak kita dan karenanya kita memperoleh suatu impresi yang dinyatakan dengan tidak sebenarnya terhadap bahasa asing.
Cirri-ciri bahasa yang hendaknya disimak selektif:
a.        Nada suara
b.      Bunyi-bunyi asing
c.       Bunyi-bunyi yang bersamaan
d.      Kata dan frasa
e.       Bentuk-bentuk ketatabahasaan.