Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 22 Februari 2011

Hubungan Wacana dengan Empat Keterampilan Bahasa Lainnya

     Keterampilan berbahasa mencakup keterampian menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut mempunyai keterkaitan satu sama lainnya. Urutan pemerolehan keterampilan berbahasa seorang anak dimulai dari keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, ketermpilan membaca, dan yang terakhir keterampilan menulis.
      Wacana meruapakan rangkaian ujar (rangkaian tindak tutur) yang mengungkapkan suatu hal (subjek) yang disajikan secara teratur, sistematis dalam satu kesatuan yang koheren dibentuk oleh unsur segmental maupun nonsegmental (Syamsuddin AR).
      Ciri dan sifat wacana (berdasarkan analisis) yaitu sebagai berikut.
1. membahas kaidah pemakaian bahasa,
2. usaha memaknai makna tuturan,
3. pemahaman rangkaian tuturan melalui interpretasi semantik,
4. berkaitan dengan pemahaman bahasa dalam tindak berbahasa,
5. diarahkan pada pemakaian bahasa secara fungsional
      Wacana dan keterampilan berbahasa memiliki persamaan yaitu membahas penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi. Baik wacana maupun keterampilan berbahasa menempatkan bahasa sebagai alat komunikasi karena terjadi peristiwa komunikasi dan interaksi sosial.
      Ditinjau dari fokus dan cara pembahasan, wacana dan keterampilan memiliki perbedaan. Keterampilan berbahasa mengutamakan struktur formal sedangkan wacana mengutamakan pada tuturan dengan memperhatikan konteks dan situasi pemakaian nyata, bahasa sebagai alat komunikasi yang hidup bagi penuturnya, serta ujar/tutur/ungkapan perasaan lain yang tidak berstruktur.
     Pengajaran wacana lebih menekankan pada kemampuan peserta didik dalam menggunakan bahasa secara kontekstual, situasional, dan beruntun. Hal tersebut berbeda dengan pengajaran keterampilan berbahasa yang lebih menekankan pada penggunaan kaidah berbahasa secara tepat. Percakapan yang bersifat situasional dapat ditetapkan sebagai bahan pengajaran wacana tetapi tidak diajarkan pada keterampilan berbahasa.
Berdasarkan arah pembahasan tersebut, wacana yang tidak utuh (kalimat majemuk)pun tergolong wacana. Keterampilan berbahasa hanya membahas bagaimana peserta didik menerapkan kaidah formal bahasa sedangkan wacana membahas pula bagaimana wujud dari wacana tersebut.




0 komentar:

Poskan Komentar