Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 22 Februari 2011

Landasan Sosiologis dan Antropologis Pendidikan bagian 2

A. Landasan Sosiologis
Anak didik dapat bergaul karena anak didik maupun pendidik merupakan makhluk sosial.
Manusia merupaka makhluk sosial karena manusia memiliki:
1. Sifat ketergantungan manusia dengan mausia lain
2. Sifat adaptibility dan intelegensia
Keadaan proses atau situasi pendidikan dianalisis secara input terdiri atas instrumental input, purposif input, dan enviromental input.
Proses sosial individu dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:
1. Faktor organisme
2. Faktor lingkungan alami
3. faktor lingkungan sosial dan budaya
Dalam lingkungan sosial proses perkembangannya dapat dibedakan dalam dua hal, yaitu
1. Proses belajar sosial
Dalam proses belajar sosial, pembelajarannya menempuh cara sebagai berikut:
a. Cara pengajaran dan penghukuman
Bentuk-bentuk pemberian ganjaran dapat digolongkan seagai berikut:
1) Bentuk verbal
2) Bentuk gestural
3) Bentuk proximity
4) Bentuk contact
5) Bentuk activity
6) Bentuk token
Tujuan pelaksanann hukuman adalah agar anak sadar dan dapat berbuat ke arah yang sesuai dengan norma-norma. Adapun bentuk-bentuknya adalah Hukuman badan danhukuman sosial atau psikologis.
b. Cara pencontohan dan peniruan
c. Cara pemberian informasi
2. Dalam proses belajar sosial maka hasilnya merupakan erkembagan kesetiaan sosial (formation of social loyaities). Dalam proses perkembangan kesetian sosial itu yang baik adalah sikap kesetiaan yang wajar, yaitu sikap kesetiaan yang terbuka artinya sikap kesetiaan sosial terhadap kelompok lainnya.
B. Landasan Kebudayaan
1. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan berarti seperangkat norma yang dihayati oleh sekelompok masyarakat dan merupaka cara atau pedoman dalam kehidupannya. Pengertian kebudayaaan ini memiliki ciri bahwa kebudayaan merupakan mili bersama, dipelajari dan merupakan suatu keseluruhan yang terinteraksi dalam kehidupan masyarakat.
2. Hasil Pemikiran Manusia
Pemikiran manusia dalam ragka perjalanan hidupnya selalu berusaha ntuk meningkatkan kehidupannya dari pemikiran manusia itu memperoleh hasil yang merupakan perangkat pedoman (set of theory) yang apabila perangkat itu diterapkan dalam kehidupan maka menghasilkan khazanah budaya yang bermanfaat bagi kehidupan dan makin berkembang menuju kesempurnaannya.
3. Kemauan atau Norma
Hubungan norma dengan pendidikan adalah merupakan tujuan umum atau akhir pendidikan
4. Seni
Sedangkan hubungan estetika dengan pendidikan adalah sebagai proses menghayati hasil karya seni agar dapat merasakan dan menikmati dengan perasaan mendalam terhadap sesuatu hasil yang dicapai serta sekaligus dapat menghargainya.

C. Antropologi
1. Antropologi
a. Pengertian
Antropologi merupakan suatu disiplin yang mendasarkan pada rasa ingn tahu yang mendalam tentang umat manusia.
b. Ruang Lingkup
1) Para antropolog waktu yang lalu biasanya sebagai penjelajah pelosok dunia yang belum dikenal untuk mempelajari bangsa asing denga menggali tanah untuk menemukan fosil dan artefak.
2) Cabang-cabang Antropologi
a. Antropologi fisik
b. Antropologi Biologi: - Arkeologi
- Etnografi
- Etnologi
- Antropologi Linguistik
3) Para antropolog dewasa ini dapat saja ditemukan sedang mengkaji manusia pada masyarakat primitif dan industri.
Ciri khas antropologi dengan disiplin ilmu yang lain adalah antropologi menemukan ciri khas yang dimiliki bersama oleh suatu komunitas manusia, baik dalam asal usul dan perkembangannya, maupun segi fisik dan kebudayaannya.

2. Antropologi Budaya
a. Pengertian
1) Salah satu segi yang menonjol dari antroologi ialah menyoroti kebudayaan manusia.
2) Antroologi budaya memelajari manusia sebagai makhluk sosial.
3) Antropologi budaya adalah studi berbagai kebudayaan manusia sebagai makhluk sosial.
b. Orientasi
1) Ahli antropologi budaya dalam mendekati suatu masalah berdasarkan pada pandangan yang berbeda-beda
2) Mashab atau aliran antropologi budaya itu bermacam-macam seperti sebagai berikut:
a. Aliran Evolusi Predeterminisasi
b. Aliran Khususan Sejarah
c. Aliran Difusi
d. Aliran Fungsionalisme
e. Aliran Fungsionalisme Struktural
f. Aliran Pendekatan Psikologis
g. Aliran Evolusi Baru
h. Aliran Strukturalisme
i. Aliran Ethnoscience
j. Aliran Ekologi

0 komentar:

Poskan Komentar